KUNINGAN – Ancaman judi online yang kian meresahkan menjadi perhatian serius Babinsa Desa Tinggar, Koramil 1502/Kadugede Kodim 0615/Kuningan, Kopda Peri Pebriyana. Pada Rabu (8/7/2026), ia tak sendiri dalam menyuarakan peringatan, melainkan menggandeng Ketua RT dan para tokoh masyarakat setempat untuk menggelar kegiatan sosialisasi yang menyentuh langsung hati warga Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede.
Lebih dari sekadar imbauan, kegiatan ini adalah upaya tulus untuk membuka mata masyarakat tentang jurang kehancuran yang menganga akibat kecanduan judi daring. Dampak destruktifnya tak hanya merayap ke ranah sosial dan ekonomi, namun juga mengancam fondasi terpenting sebuah keluarga: keharmonisan.
Dalam forum komunikasi sosial yang hangat, Kopda Peri Pebriyana tak henti-hentinya menegaskan bahwa judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bom waktu yang siap meledakkan berbagai masalah pelik. Mulai dari jerat kecanduan yang sulit dilepas, kerugian finansial yang menguras habis harta benda, lonjakan angka kriminalitas, hingga retaknya hubungan antaranggota keluarga. Ia menekankan, peran aktif dari setiap individu, mulai dari tokoh masyarakat, Ketua RT, hingga seluruh warga, mutlak diperlukan. Saling mengingatkan dan menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, dan steril dari praktik terlarang menjadi agenda utama.
Suasana akrab mewarnai diskusi yang mengalir lancar. Para peserta yang hadir menyambut antusias setiap gagasan yang dilontarkan, bahkan menyatakan kesungguhan hati untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran judi online di lingkungan masing-masing.
"Judi online bukan sekadar permainan, tetapi ancaman nyata yang dapat menghancurkan perekonomian keluarga, merusak masa depan generasi muda, dan memicu berbagai permasalahan sosial. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan Desa Tinggar agar bebas dari praktik judi online dengan saling mengingatkan dan peduli terhadap sesama, " ujar Kopda Peri Pebriyana, Babinsa Desa Tinggar.
"Koramil 1502/Kadugede akan terus mendukung berbagai upaya edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam memerangi judi online. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, " tegas Kapt. Arm. Hambali, Danramil 1502/Kadugede.
"Pencegahan judi online harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat. Saya mengapresiasi peran aktif Babinsa yang terus hadir memberikan edukasi kepada warga sehingga tercipta ketahanan wilayah yang kuat terhadap berbagai ancaman sosial, " ungkap Letkol Arh. Hafda Prima Agung, Komandan Kodim 0615/Kuningan.
"Judi online merupakan salah satu ancaman sosial yang harus dihadapi bersama. Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing, serta membangun budaya saling mengingatkan demi menjaga generasi bangsa, " seru Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati.
"Sebagai prajurit TNI, kita harus menjadi pelopor dalam menjaga moral masyarakat. Edukasi kepada warga mengenai bahaya judi online merupakan bagian dari pengabdian untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya. Mari bersama-sama membangun masyarakat yang berkarakter, produktif, dan bebas dari segala bentuk praktik perjudian, " ujar Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., Pangdam III/Siliwangi, yang kerap disapa Jenderal Santri.

Updates.